Apakah Kita Menanti Kehilangan yang Sama?

    Seperti kepingan puzzle terakhir yang tak kau temukan di seluruh permukaan meja. Seperti pohon yang kehilangan selembar daun dan setangkai rantingnya. Seperti ketiadaan segelas air putih di sampingmu saat bangun tidur. Seperti redupnya cahaya matahari yang biasa datang melalui sela-sela jendela kamarmu pada pagi hari. Seperti pulang ke rumah tanpa sambutan suara ibumu yang hangat. Seperti sebuah kalimat yang kehilangan kata-katanya. Seperti sebuah cerita yang kini tak lagi memiliki tokoh utama. Maka kamu terdiam, memahami bahwa besok akan ada lebih banyak kehilangan yang menantimu. Dan kamu hanya duduk, menunggunya merenggut semua yang pernah dan tak sempat kau miliki.

Comments

Popular posts from this blog

Apakah semua orang yang berusia 21 tahun mengalami hal seperti ini?

Satu Hal yang Kini Tidak Lagi Kutakutkan; Ditinggalkan

Tiga Tahun Mimpi Buruk