Beranjak Pergi Duluan Pun Ngga Apa
Beberapa kali, aku lihat pertanyaan "Gimana ya caranya move on?" dan setelah kupikir lagi, pertanyaan itu sepertinya ngga ada jawabannya. Kita akan sayang dan suka sama seseorang, selagi kita masih ingin. Tapi kalau udah saatnya berhenti, entah karena perasaan kita yang tiba-tiba hilang atau kita merasa udah cukup, aku merasa tubuh kita akan kasih sinyal. Mungkin dengan ngga mau stalk dia lagi, ngga mau berhubungan dan dengar apa pun tentang dia lagi, atau apa pun yang bentuknya macam-macam.
Beberapa orang mungkin akan jawab dengan cari kesibukan. Tapi rasanya aneh, ya, kalau untuk melupakan sesuatu kita harus cari sesuatu yang lain? Karena, toh, perasaan itu ngga ke mana-mana dan masih kita simpan di tempat paling baik. Meski kita cari kesibukan, tempat itu masih kita tutup rapat karena mungkin kita masih takut kehilangan perasaan dan orang itu. Jadi ya, mungkin cari kesibukan cuma akan buat kita lupa sesaat. Tapi di waktu-waktu tertentu, kita akan lihat dan cari tahu lagi.
Tapi, kalau pertanyaan itu harus ada jawabannya, mungkin akan kujawab dengan; capek. Kita masih akan terus cari tahu, masih akan terus penasaran, masih akan terus berharap, sampai akhirnya kita berada di titik capek. Capek karena ngga berhasil-berhasil, capek karena ternyata harapan itu masih abu-abu, capek karena kok kita terus yang bergerak sendirian. Rasa capek itu akan mengalahkan semua perasaan yang masih ingin kita simpan baik-baik. Rasa capek itu pula yang akhirnya akan buat kita yakin kalau ini ngga akan berashil dan akhirnya, setelah sekian lama, kita bisa memilih untuk beranjak duluan. Kita ngga lagi berharap pada sesuatu yang kita udah tahu jawabannya akan seperti apa. Jadi ya, kalau memang harus move on, mungkin harus coba cari titik capek itu. Sampai akhirnya kita ada di sana, dan kita akan pergi tanpa beban yang harus kita bawa ke mana-mana.
Comments
Post a Comment