Gagal Hidup Sehat dan Bahagia

    Untuk ke sekian kalinya, aku merasa kesepian. Lagi dan lagi, entah sampai kapan. Masalahnya selalu sama, tidak ada orang yang bisa mendengar ceritaku, tidak ada orang yang bisa kuajak bicara meski hanya melalui telepon, tidak ada orang yang bisa dijadikan tempat untukku berkeluh kesah. Ini bukan pertama kalinya aku merasakan ini, bukan pertama kalinya pula aku merasa cukup stress karena ini. Ini sudah ke sekian kalinya dan aku masih tidak tahu bagaimana cara mengatasi masalah yang terus-menerus datang ini.

    Hari ini aku mengajak teman-temanku untuk melakukan panggilan video, tapi hanya satu orang yang menjawab. Aku merasa tidak nyaman bercerita dengannya karena kemarin ia baru saja bercerita kalau ia sedang putus asa dan semua hal buruk sedang terjadi. Mengingat ceritanya, mana mungkin aku justru menceritakan masalahku dan menambah beban orang lain? Perasaan ini sudah ada sejak kemarin, jauh sebelum temanku cerita tentang masalahnya. Tapi sampai sekarang, tidak ada orang yang bisa kujadikan tempat bercerita. Tidak ada orang yang bisa menghilangkan rasa kesepian yang sangat mengganggu ini. 

    Aku pernah pergi ke psikolog untuk membantuku menyelesaikan masalah ini, tapi hal itu hanya membantu saat itu saja. Sekarang ketika perasaan itu datang lagi, aku tidak bisa menggunakan cara yang sama seperti yang kugunakan saat mengalami perasaan ini waktu itu. Rasanya berbeda. Aku tahu cara menyelesaikannya, tapi tidak bisa. Tidak ada yang bisa mengatasinya karena satu-satunya yang kubutuhkan sekarang adalah teman untuk membicarakan apa pun. Pelan-pelan aku mulai kehilangan minat melakukan semua hal, termasuk menulis naskah yang kurencakan akan dikirim ke penerbit bulan ini. Tadi pagi aku memperbaiki naskah itu sambil menangis entah karena apa. Mendengar lagu dari grup favoritku membuatku menangis meski aku tidak memahami semua arti liriknya. Tidak ada yang ingin kulakukan saat ini. Apa pun yang kulakukan sekarang hanya kulakukan untuk mengurangi stress yang semakin lama semakin menumpuk, dan aku terus menyalahkan diri sendiri. Kenapa aku masih tidak bisa mengatasi ini? Kenapa aku masih merasakan hal yang sama berulang kali? Kenapa aku masih sulit percaya pada orang lain untuk menceritakan apa pun yang ingin kuceritakan?

    Setiap kali memikirkan untuk bercerita pada orang yang kupercaya, timbul pikiran bahwa orang itu tidak akan mengerti dan tidak akan membantuku menyelesaikan masalah. Berkonsultasi ke psikolog pun tidak akan membantu menyelesaikan masalah ini karena sosok yang kubutuhkan tidak pernah ada. Aku tidak bisa bercerita tentang keseharianku pada orang yang sama karena aku yakin itu mengganggu siapapun yang membacanya, dan dia akan merasa aku merepotkan karena masalah yang kualami selalu sama tanpa aku pernah tahu bagaimana cara mengatasinya. Seperti yang sudah kukatakan, tidak ada yang ingin kulakukan sekarang. Aku ingin bersenang-senang dengan makan makanan enak, membeli barang yang ingin kumiliki, berlangganan di akun idolaku, tapi aku bahkan tidak bisa melakukannya karena selalu ada banyak pertimbangan. Saat ini aku sedang menabung untuk persiapan konser grup kesukaanku tahun depan, jadi tidak ada alasan untuk membuang-buang uang pada hal yang hanya bisa kunikmati sesaat. Ditambah aku tidak yakin apakah makan makanan yang enak bisa membantu menghilangkan perasaan tidak nyaman ini. Aku tidak yakin itu akan membantu.

    Berhenti main media sosial bisa menjadi salah satu cara yang tepat. Tidak melihat kegiatan orang lain, tidak melihat orang lain memiliki teman, tidak melihat orang lain merasa senang, sedikit banyak membantuku mengatasi ini. Tapi di media sosial juga semua hal yang bisa menghiburku datang. Belakangan aku banyak menonton video dari grup kesukaanku dan itu cukup membantu meski di tengah-tengah menonton video yang menyenangkan aku bisa mendadak ingin menangis tanpa alasan. Kalau boleh jujur, aku kesal dengan diriku sendiri setiap kali mengalami masa-masa ini. Aku sudah tidak memiliki sosok yang bisa kuceritakan tentang apa pun sejak lama, tapi kenapa setiap kali perasaan ini datang aku masih tidak bisa mengatasinya? Kenapa aku tidak pernah berusaha mengamati bagaimana caraku keluar dari masalah ini? Yang membuatku lebih stress juga karena orang-orang di sekitarku tidak ada yang tahu apa yang sedang kurasakan. Mereka berbicara dan bertindak seenaknya, dan itu sangat menggangguku. Ingin sekali rasanya berteriak agar mereka berhenti melakukan itu, tapi kalau aku melakukannya, aku harus menceritakan apa yang sedang kualami dan aku benci melakukan itu.

    Setiap kali aku chat dengan teman, aku merasa senang luar biasa dan merasa hidup kembali. Meski tidak ada hal-hal penting yang dibahas, aku bisa merasa lebih hidup dari sebelumnya. Tapi tidak semua orang mau melakukan itu denganku dalam jangka waktu yang lama. Aku juga tidak bisa mengajak teman-temanku pergi karena setiap kali aku melakukannya, mereka semua akan mengatakan mereka sibuk dan tidak ada waktu. Akhirnya yang kulakukan hanya melihat media sosial selama berjam-jam, melihat aktivitas dan kesibukan teman-temanku, kemudian merenungi diri sendiri.

    Aku tahu pasti masa-masa seperti ini akan lewat, tapi rasanya aku ingin bebas sekarang juga. Siapa yang tahu sampai kapan aku bisa bertahan mengatasi ini sendirian? Semua ketakutan, kekhawatiran, dan perasaan-perasaan lain itu selalu berhasil memelukku dengan erat dibandingkan rasa percayaku pada diri sendiri bahwa aku bisa mengatasi semuanya. Aku ingat begitu selesai menonton film salah satu grup kesukaanku, aku mengatakan ingin hidup dengan sehat dan bahagia seperti salah satu anggotanya. Tapi ternyata untuk hidup sehat dan bahagia pun aku tidak bisa melakukannya dengan baik. Untuk sehat dan bahagia pun aku gagal, dan itu membuatku semakin membenci diriku sendiri. Kenapa untuk hal semudah itu aku tidak bisa melakukannya dengan baik? Kenapa ketika seharusnya aku berusaha sepenuhnya dan sebaik-baiknya, aku justru kehilangan minat melakukan semua hal termasuk bersenang-senang? Kenapa untuk hal sekecil ini, dan hal yang sudah sering kualami, aku masih harus menangis berhari-hari saat menghadapinya? Kenapa aku yang kukira kuat ternyata begitu lemah dan tidak mengatasi masalah di diri sendiri? Kenapa aku menangis terus-menerus seakan-akan dengan menangis semuanya akan selesai? Keadaannya sudah buruk, dan aku memperburuk semuanya.

Comments

Popular posts from this blog

Satu Hal yang Kini Tidak Lagi Kutakutkan; Ditinggalkan

Validasi yang Dibutuhkan

Apakah semua orang yang berusia 21 tahun mengalami hal seperti ini?