Besok Kita Bertemu Lagi di Pemakamanku
Pesan masih tergantung, beberapa belum terbaca dan beberapa lagi dibiarkan terbaca. Centang biru lagi dan lagi. Rentetan pesan terkirim menunggu balasan, tapi terlambat. Panggilan telepon tidak terjawab memenuhi notifikasi. Nanti katanya. Hari ini sedang sibuk. Pun kemarin, besok, lusa, entah sampai kapan.
Lalu di pagi hari yang biasa saja, di tengah persiapannya berangkat kerja, kabar duka datang. Seseorang meninggal katanya. Dengar-dengar, bunuh diri. Kalau ditanya alasan, mungkin jawabannya kesepian. Ah, mana mungkin kesepian bisa berujung bunuh diri. Ya, tentu bisa. Beberapa orang tidak bisa hidup sendiri, tapi siapa yang bisa?
Akhirnya, datang ke pemakaman. Menangis tak keruan. Meninggalkan pesan yang tidak terbalas dan panggilan yang tidak terjawab. Notifikasi itu selamanya ada di sana. Umurnya tentu tidak bisa bertambah lagi, tidak sepertimu. Menyesal lah. Menyesal lah seumur hidupmu.
Comments
Post a Comment