Hari Ini Terlalu Gelap dan Aku Tak Ingin Berharap Pada Apa-apa

     "Apa hal yang pernah kamu usahakan, tapi akhirnya kamu menyerah?" Seseorang pernah menanyakan hal itu padaku.

    Satu-satunya hal yang terlintas di kepalaku ketika mendengar kalimat itu adalah, aku sudah menyerah untuk berusaha masuk ke universitas negeri. Karena itu adalah hal yang pernah kuusahakan dengan semua yang kubisa, tapi pada akhirnya tidak berakhir sesuai dengan keinginanku. 

    Setelah kupikirkan lagi, seharunya aku memberikan jawaban lain. Aku bukan sudah menyerah untuk masuk ke universitas negeri, tapi aku sudah menyerah untuk bisa mencapai satu kata kuliah. Impian yang dengan yakin kumasukan ke dalam rencana itu, ternyata terlampau jauh untukku. Sampai aku pernah berpikir, kenapa orang-orang sepertiku, yang mimpinya begitu banyak dan tersusun rapi, tampak lebih susah untuk sampai ke sana? Aku paham betul bahwa untuk sebagian orang, angka puluhan dan ratusan itu bisa dicapai dengan mudah. Tapi tidak denganku.

    Untukku, angka yang harus dikeluarkan untuk kuliah terlalu jauh dari jangkauan. Dengan kemampuan dan pekerjaanku sekarang, rasanya nyaris tidak mungkin aku bisa mencapai angka itu dalam satu atau dua tahun. Aku berusaha berpikir dengan realistis bahwa kalau angka itu tercapai pun, tampaknya aku tidak bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain selama itu. 

    Sesekali, aku berpikir tentang hal-hal yang bisa kulakukan. Rasanya semua rencana perjalanan yang sudah kususun matang-matang itu mendadak berantakan karena tidak ada satu pun yang berjalan sesuai rencana. Ternyata untuk mencapai satu kata kuliah saja; aku masih tidak mampu. Meski aku pun mengerti tidak ada siapapun yang bisa (dan harus) kusalahkan, aku tetap tidak bisa menyangkal bahwa semua yang sudah kuusahakan mati-matian dulu ternyata tidak ada harganya. Sedikit pun tidak.

    Pada akhirnya, aku menyimpulkan; di tengah rencana perjalanan yang kian berantakan ini, yang perlu kulkukan hanya satu. Menyambung hidup. Entah bagaimana caranya, aku hanya perlu menyambung hidup sedikit demi sedikit. Aku tidak lagi berharap pada hari esok, aku tidak lagi berharap pada mimpi-mimpi yang kukira mungkin. Hari ini terlalu gelap dan aku tak ingin berharap pada apa-apa. 

Comments

Popular posts from this blog

Satu Hal yang Kini Tidak Lagi Kutakutkan; Ditinggalkan

Validasi yang Dibutuhkan

Apakah semua orang yang berusia 21 tahun mengalami hal seperti ini?